Rabu, 21 November 2012

bicara tentang kesehatan,,





 Posisi tidur ternyata turut berpengaruh pula terhadap pola tidur dan kesehatan. Menurut Deputy Executive Director, International Chiropractors Association (ICA), Arlington, Virginia, Ronald M. Hendrickson MSc.,MA posisi tidur yang tidak baik dan terlalu lama dilakukan akan menumpukkan masalah kesehatan dan akan berakibat fatal.


Kesalahan posisi tidur akan menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan pusat saraf. Karena pusat saraf mengontrol pergerakan motorik dan sistem saraf, pusat saraf harus dijaga agar tidak mengalami gangguan.


Posisi tidur yang baik, menurut Direktur Professional Development and Special Projects, International Chiropractors Association (ICA), Arlington, Virginia, dr Coralee Van Egmond, adalah tidur menyamping baik sisi kanan ataupun sisi kiri.

Juga bisa tidur dengan posisi terlentang asalkan posisinya tegak lurus, jangan bengkok. Usahakan jangan tengkurap karena akan mengganggu pernapasan. "Idealnya selama tidur kita bernapas sebanyak 5.000 kali. Kalau tengkurap waktu bernapas akan berkurang," katanya.

Tidur yang baik tersebut, lanjut Coralee, akan memberikan manfaat ketahanan tubuh atau kesehatan menjadi baik, tidak mudah sakit, ingatan juga membaik, memperbaiki koordinasi refleks tubuh, mood dan persepsi akan positif, kapasitas intelektual meningkat, fleksibilitas fisik meningkat ,dan menambah energi.

Dari Thakhfah Al-Ghifari r.a, salah seorang di antara ash-habush shuffah (para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi) berkata: “Aku tidur di masjid pada akhir malam, kemudian ada orang yang mendatangiku sedangkan aku tidur dengan posisi tengkurap. dan berkata: “Bangunlah dari tengkurapmu, karena tidur yang demikian adalah tidurnya orang-orang yang dimurkai Allah.” Kemudian aku angkat kepalaku, maka ketika kulihat ia adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun kemudian bangkit.”( HR. Al-Bukhari, dalam Al-Adab Al-Mufrad no. 1187, Ibnu Majah, no. 3723, Ahmad, no. 7981, At-Tirmidzi, no. 2768 dari hadits Abu Hurairah r.a)

 sementara Dalam riwayat Ibnu Majah dengan lafazh: “Ada apa denganmu sehingga tidur dengan posisi seperti ini (tengkurap), tidur seperti ini adalah tidurnya orang yang dibenci atau dimurkai Allah -Subhanahu wa Ta`ala-.”

 Hadits ini jelas merupakan larangan untuk tidur dengan tengkurap. Dan Allah -Subhanahu wa Ta`ala- sangat membencinya, dan setiap perbuatan yang Allah -Subhanahu wa Ta`ala- membencinya maka hendaklah sesuatu itu ditinggalkan. Adapun sebab dibencinya tidur tengkurap ini diterangkan dalam hadits dari Abu Dzar -radhiallahu ‘anhu-, ia berkata:

 “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di sisiku sementara aku sedang tidur tengkurap, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bersabda: ‘Wahai Junaidab, sesungguhnya hanyalah tidur seperti ini adalah tidurnya penghuni neraka’.” (HR. Ibnu Majah, no. 3724)

Posisi tidur:

 Posisi miring ke kanan, berbaringlah dengan memiringkan badan sehingga badan bertumpu pada lambung sebelah kanan. (Muttafaq alaih:1470)

 Meletakkan tangan dibawah pipi (HR-Bukhari:821)

 Terlarang tidur tengkurap (HR-Abu Dawud:822)

 Posisi tidur Tengkurap dan Posisi Miring ke Kanan Dari Segi Kesehatan

 Tidur tengkurap atau menelungkup tidak praktis untuk pernapasan atau bisa sesak dalam bernafas. Banyak tidur pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) bisa mengganggu kesehatan kita, karena menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Jika ini terjadi kita akan mengalami mimpi-mimpi sedih memilukan, mimpi buruk/seram (nightmares), bahkan berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme). Posisi tidur terbaik menurut sains adalah pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan).

Fakta ini telah diuji melalui riset medis modern yang panjang untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam yang berkualitas wahyu, sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan kepada para pengikut beliau untuk tidur berbaring pada sisi badan bagian kanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar